Belajar bahasa Mandarin: tata bahasa Pelajaran 3

Dalam pelajaran ini kita akan mempelajari kata kerja "adalah" , kata tanya 什么 dan , partikel penentu , susunan nama Mandarin, dan perbedaan antara 学生 dan 同学.


Kata kerja "adalah"

Kata kerja "adalah" shì dalam bahasa Mandarin jauh lebih jarang dipakai daripada kata kerja "to be" dalam bahasa-bahasa Eropa. Di sini pembelajar Indonesia diuntungkan: bahasa Indonesia pun tidak memakai "adalah" di depan kata sifat.

Masih ingat verba adjektival yang dipelajari pada Pelajaran 1?

Yaitu hǎo "baik", 客气 kèqi "sopan", lǎo "tua" dan 高兴 gāoxìng "senang, gembira".

Ada 2 aturan yang harus diingat tentang kata kerja ini:
1. dalam kalimat afirmatif, kata kerja ini bermakna perbandingan. Contoh: 他老, "Dia tua, sedangkan...". Untuk menghilangkan perbandingan itu, tambahkan kata keterangan "sangat" hěn: 他很老。 "Dia (sangat) tua."
2. verba adjektival sudah mengandung makna "adalah". Jadi jangan menempatkan kata kerja shì bersama verba adjektival.

Kalimat berikut karena itu salah: 他是老。
Kesalahan ini termasuk yang paling membandel di kalangan pembelajar dari bahasa-bahasa Eropa. Saya masih harus membetulkannya pada murid-murid tahun ketiga.

Kata kerja "adalah" karena itu hanya dipakai bersama kata benda:
他是老师。 Tā shì lǎoshī. Dia guru.
他是谁? Tā shì shéi? Siapa dia?
她是我的同学。 Tā shì wǒ de tóngxué. Dia teman sekelas saya.


Pertanyaan tidak lengkap: 什么 dan

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari pertanyaan lengkap, yaitu pertanyaan yang dapat dijawab dengan ya atau tidak. Pertanyaan ini dibentuk dengan menempatkan ma di akhir kalimat.
Contoh: 你是老师吗? Nǐ shì lǎoshī ma? Apakah kamu guru?

Sebuah pertanyaan tidak lengkap adalah pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan ya atau tidak. Pertanyaan ini meminta keterangan tambahan. Untuk itu digunakan kata tanya.

Berikut dua kata tanya dalam pelajaran ini:

什么 shénme berarti "apa" atau "yang mana". Kata ini dipakai untuk menanyakan keterangan tentang benda atau gagasan.
shéi berarti "siapa". Kata ini dipakai untuk menanyakan keterangan tentang orang.

Yang harus diingat tentang pertanyaan tidak lengkap adalah bahwa tidak ada pembalikan susunan kalimat: kata tanya berada tepat di tempat kata jawabannya. Ini jauh lebih mudah daripada bahasa-bahasa Eropa, yang bentuk pertanyaannya tidak menyerupai bentuk jawabannya. Bahasa Indonesia justru bekerja seperti bahasa Mandarin: "Dia siapa?" dijawab "Dia Guru Li.", dengan kata tanya persis di tempat kata jawabannya.

他是 Tā shì shéi? Siapa dia?
他是李老师 Tā shì Lǐ lǎoshī. Itu Guru Li.

你叫什么名字? Nǐ jiào shénme míngzi? Siapa namamu?
我叫月月 Wǒ jiào Yuèyue. Nama saya Yueyue.


Kata ganti orang dan

Dalam bahasa Mandarin, kata ganti "dia" laki-laki dan "dia" perempuan diucapkan persis sama: . Namun keduanya ditulis dengan karakter yang berbeda:

: dia (laki-laki)
: dia (perempuan)

Pembedaan dalam tulisan ini tergolong baru dalam sejarah bahasa Mandarin. Pembedaan itu diperkenalkan pada awal abad ke-20 di bawah pengaruh bahasa-bahasa Eropa. Dalam bahasa lisan, konteks yang menentukan apakah yang dibicarakan seorang laki-laki atau perempuan, persis seperti kata dia dalam bahasa Indonesia, sehingga hal ini tidak akan membingungkan Anda.

Rangkuman kata ganti orang yang sudah dipelajari:
: saya, aku
: kamu
: dia (laki-laki)
: dia (perempuan)
我们 wǒmen: kami, kita
你们 nǐmen: kalian
他们 tāmen: mereka (laki-laki)
她们 tāmen: mereka (perempuan)


Partikel penentu

de adalah partikel penentu. Partikel ini menghubungkan penentu (keterangan tambahan) dengan yang ditentukan (hal yang dibicarakan) menurut susunan berikut:

Contoh: 老师的名字 lǎoshī de míngzi: nama diri guru itu. Yang dibicarakan adalah sebuah nama diri 名字, tetapi bukan nama diri sembarangan. Penentu, yang membawa keterangan tambahan (guru), memperjelas yang ditentukan: nama diri milik guru itu, bukan milik orang lain.

Partikel ini sering pula disebut partikel "kepemilikan", tetapi kepemilikan hanyalah satu segi dari penentuan. Lagi pula, penentu dapat berupa satu kata, tetapi juga dapat berupa sebuah kalimat (yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan anak kalimat berkata hubung yang).

Sebagai contoh: 叫月月的学生: siswa yang bernama Yueyue.

Perhatikan bahwa susunannya kebalikan dari bahasa Indonesia. Ini penting untuk membedakan gabungan kata yang kurang jelas:
老师的学生 lǎoshī de xuéshēng: siswa guru itu
学生的老师 xuéshēng de lǎoshī: guru para siswa itu

Cara ini juga berlaku dengan kata ganti orang untuk membentuk kata ganti milik:
我的: ...saya (milik saya)
你的: ...kamu (milik kamu)
他的: ...dia (milik dia, laki-laki)
她的: ...dia (milik dia, perempuan)

Sebagai contoh:
我的老师 wǒ de lǎoshī: guru saya
她的同学 tā de tóngxué: teman sekelas dia (perempuan)

Yang ditentukan dapat dihilangkan (tersirat atau tidak diketahui). Kata ganti milik lalu berdiri sendiri:
我的: milik saya
李老师的 Lǐ lǎoshī de: milik Guru Li


Susunan nama Mandarin

Dalam bahasa Mandarin, nama keluarga ( xìng) selalu mendahului nama diri (名字 míngzi). Ini kebalikan dari kebiasaan di dunia Barat. Di Indonesia sendiri banyak orang, terutama orang Jawa, hanya memiliki satu nama tanpa nama keluarga; yang penting diingat adalah bahwa dalam bahasa Mandarin nama keluarga selalu ada dan selalu berada di depan.

Contoh: 李明 Lǐ Míng: adalah nama keluarga dan adalah nama diri.

Nama keluarga Mandarin umumnya terdiri dari satu karakter (ada beberapa perkecualian langka yang terdiri dari dua karakter). Nama diri terdiri dari satu atau dua karakter.

Untuk menyapa seseorang dengan sopan, dipakai nama keluarga diikuti sebutan:
李老师 Lǐ lǎoshī: Guru Li
王先生 Wáng xiānsheng: Tuan Wang


Perbedaan antara 学生 dan 同学

学生 xuéshēng berarti "siswa" atau "mahasiswa". Ini istilah umum untuk orang yang sedang belajar.
Contoh: 他是学生。 Tā shì xuéshēng. Dia mahasiswa.

同学 tóngxué berarti "teman sekelas". Secara harfiah, berarti "sama" dan berarti "belajar": jadi mereka adalah orang-orang yang belajar bersama. Istilah ini mengandung hubungan antarorang.
Contoh: 她是我的同学。 Tā shì wǒ de tóngxué. Dia teman sekelas saya.

Ringkasnya, 学生 menunjuk pada status (menjadi siswa/mahasiswa), sedangkan 同学 menunjuk pada hubungan (belajar di tempat yang sama). Seorang guru akan memakai 同学 untuk menyapa para siswanya, sering dalam bentuk jamak: 同学们 tóngxuémen.

同学 juga dipakai sebagai sebutan, seperti Guru, Tuan, atau Nyonya: 李同学 "siswa Li".

Pemakaian 同学 sebagai sebutan mudah dikenali, karena selalu didahului nama keluarga.