Belajar bahasa Mandarin: pengantar tata bahasa Mandarin

Tata bahasa Mandarin cukup sederhana: tidak ada penanda jenis (maskulin/feminin), tidak ada penanda jumlah (tunggal/jamak), tidak ada konjugasi. Semua kata tidak berubah bentuk. Karena itu urutan kata sangat penting dan, seperti akan kita lihat nanti, mengikuti urutan yang logis (meskipun sering kali berlawanan dengan urutan dalam bahasa Indonesia). Konteks berperan besar untuk mengetahui, misalnya, apakah yang dibicarakan satu benda atau beberapa benda.


Kalimat sederhana dalam bahasa Mandarin

Dalam bahasa Mandarin, kalimat sederhana dibentuk dengan pola:


Verba adjektival

Tetapi ada kejutan pertama: "sehat, baik-baik saja" adalah yang disebut verba adjektival, artinya kata sifat "baik" sudah mengandung makna "adalah" atau "merasa" di dalamnya. Bahasa Indonesia bekerja dengan cara yang sama ("Saya baik", tanpa kata kerja bantu), jadi hal ini mudah bagi Anda: jangan menambahkan kata kerja bantu pada kata sifat dalam bahasa Mandarin.
Kekhasan verba adjektival ini (sehat, lelah, senang, dan sebagainya) adalah bahwa dalam bentuk afirmatif, kata kerja tersebut menyiratkan sebuah perbandingan. Jadi: 我好, Wǒ hǎo, bukanlah kalimat yang selesai dan akan diterjemahkan sebagai "Saya baik-baik saja, sedangkan ..." (misalnya "kamu tidak baik-baik saja" untuk melengkapi kalimatnya).

Untuk menghilangkan perbandingan itu dan membuat kalimat yang selesai, tambahkan kata keterangan hěn.

Jadi kalimat "Saya baik-baik saja" ditulis: 我很好 Wǒ hěn hǎo.

Tetapi kalau begitu, apakah kalimat ini berarti "Saya baik-baik saja." atau "Saya sangat baik"? Dalam tulisan, perbedaan itu tidak mungkin dibuat, jadi ada ambiguitas. Sebaliknya, dalam ucapan, semuanya bergantung pada penekanan. Jika hěn tidak ditekankan, artinya "Saya baik-baik saja."
Simaklah:   

Jika hěn ditekankan, artinya "Saya sangat baik."
Simaklah:   


Tidak ada konjugasi

Dalam bahasa Mandarin tidak ada konjugasi, sama seperti dalam bahasa Indonesia:
我很好。 Wǒ hěn hǎo. Saya baik-baik saja.
你很好。 Nǐ hěn hǎo. Kamu baik-baik saja.
他很好。 Tā hěn hǎo. Dia baik-baik saja.

Kata kerjanya tidak berubah. Hanya kata gantinya yang berubah.


Kalimat tanya

Dalam bahasa Mandarin, pertanyaan lengkap (pertanyaan ya/tidak) dibentuk dengan sangat sederhana:

Contoh: 你好吗? Nǐ hǎo ma? Apakah kamu baik-baik saja?

Dua catatan:

  1. karena ini bukan kalimat afirmatif, verba adjektival ( hǎo "sehat") tidak menyiratkan perbandingan. Jadi tidak perlu menambahkan hěn. Kalau ditambahkan, artinya menjadi: "Apakah kamu sangat baik?" 你很好吗? Nǐ hěn hǎo ma?
  2. dalam pertanyaan bahasa Mandarin tidak ada inversi subjek. Struktur kalimat tetap sama: "subjek + kata kerja + objek". Ini kabar baik, dan berlaku untuk semua pertanyaan yang akan Anda temui selanjutnya.

Kata keterangan

adalah kata keterangan yang berarti "juga". Seperti semua kata keterangan dalam bahasa Mandarin, kata ini diletakkan di depan kata kerja, atau di depan satu atau beberapa kata keterangan lain yang berada di depan kata kerja. Ini adalah aturan umum tata bahasa Mandarin.

Contoh: 我也很好。 Wǒ yě hěn hǎo. Saya juga (sangat) baik-baik saja.

Seperti terlihat pada contoh, dalam bahasa Indonesia "saya juga" dapat berdiri tanpa kata kerja, sedangkan dalam bahasa Mandarin kata keterangan itu harus selalu disertai kata kerja. Verbanya wajib diulang. 我也。 tidak mungkin. Mengapa? Karena dalam bahasa Mandarin, kata keterangan selalu bekerja bersama sebuah kata kerja.

Terakhir, jika beberapa kata keterangan berurutan, selalu diletakkan paling depan:
你很不客气,他也很不客气。 Nǐ hěn bú kèqi, tā yě hěn bú kèqi. Kamu sama sekali tidak sopan (harfiah: "sangat tidak sopan"), dia juga tidak.

Catatan kecil: 也不 diterjemahkan menjadi "juga tidak" dalam bahasa Indonesia.